Pernahkah Anda ditolak oleh seseorang?
Jika pernah, bagaimanakah reaksi Anda?
Apakah Anda akan marah, kecewa? Apakah Anda akan berusaha membuat orang yang menolak Anda menyesal di kemudian hari karena telah menolak Anda? Apakah Anda akan berusaha untuk membuat dia menerima Anda?
Apakah Anda bahkan sudah menyusun plot jika suatu saat nanti orang tersebut menyatakan penyesalannya, Anda secara kejam akan menolak dirinya agar dia merasakan bagaimana rasanya ditolak?
Jika Anda pernah merasakan bagaimana rasanya ditolak oleh seseorang, jika Anda sudah tahu bagaimana rasanya menderita karena perasaan itu, masih perlukah Anda membuat orang lain merasakan penderitaan yang sama? Apakah hanya dengan melihat penderitaan orang lain barulah penderitaan Anda akan berkurang?
Jika Anda merasa puas setelah melihat orang lain menderita, apakah keadaan Anda akan menjadi lebih baik? Apakah karena sikap yang tidak terpuji itu orang-orang akan menyukai Anda? Apakah Anda benar-benar suka dibenci oleh orang lain?
Apakah Anda berpikir kebencian dapat dipadamkan oleh kebencian? Apakah Anda pikir bahwa api dapat dipadamkan dengan api. Jika Anda tahu kebencian tidak membuat perasaan Anda menjadi lebih enak, mengapa Anda terus memelihara kebencian itu? Jika Anda merasa sedih, jika Anda merasa kecewa, jika Anda marah, jika Anda bahagia, yang perlu Anda tanyakan adalah mengapa?
Mengapa begini, mengapa begitu?
Seringkali Anda lupa bertanya pada diri sendiri, oleh karena itu Anda tidak tahu mengenai kebenaran yang akan menyingkap akar permasalahan Anda, dan memecahkannya.
Sering juga Anda menarik kesimpulan yang salah karena saat bertanya dan saat menjawab Anda meracuninya dengan racun emosi yaitu kemarahan, kebencian, kesedihan, keputusasaan. Jika pertanyaan dijejali dengan perasaan semacam itu dan disaat membuat jawaban juga disisipkan emosi negatif seperti itu, jawaban seperti apa yang Anda harapkan? Apakah itu akan menjadi jawaban yang jujur, apakah jawaban itu adalah kebenaran dari kenyataan yang sebenarnya? Jawaban itu hanya akan menjadi perwujudan emosi Anda. Anda tidak akan mendapatkan banyak kemajuan yang berarti kecuali dalam hal memperburuk suasana hati Anda sendiri.
Jika Anda ingin tahu kebenarannya, maka janganlah bohongi diri Anda sendiri. Tanyalah secara jujur pada diri Anda sendiri. Apakah keinginan dan harapan Anda selama ini sudah diperjuangkan dengan cara dan motivasi yang benar? Apakah kemalangan memang tidak patut jatuh pada diri Anda yang Anda rasa tidak bersalah? Ada banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan mudah.
Ada yang bilang karena pertanyaannya terlalu sulit, namun benar juga adanya bahwa pertanyaan menjadi sulit adalah karena Anda berpikir terlalu syulit (rumit).
Jika Anda merenungkan dengan baik, bahkan penipu paling pandai, penipu yang tak terlihat namun bekerja di balik layar, sama sekali tidak akan punya kesempatan untuk menipu Anda.. :)
Sabtu, 31 Maret 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar