Okee.. Dimulai darii setiap tangisan yang ada..
Itu dulu..
Bagaimana keadaanmuu sekarang hati?
Nampaknya masih baik-baik saja bukan?
Padahal racunnyaa tak pernah keluar dari sana..
Nampaknyaa penerimaanmu terhadap segala variabel perubahan, sudah semakin baik:)..
Bagaimana caranya?
Apakah saya harus memakai seribu topeng untuk mengelabui semua orang?
Ah sudahlah lebih baik jujur sama diri sendiri..
Dan jujur padanya masih menjadi pilihanku..
Meskipun seribu kamus mengatakan padaku, agar tidak terlalu jujur atas perasaan sendiri..
Tetap saja saya akan memilih jujur sampai saya sampai pada keadaan dimana kejujuran itu akan tetap saya teruskan atau akan ada saat dimana saya tidak bisa jujur lagi karena keadaan.. keadaan yg jujur :D *entahlah
~~~~~~~
Ku utarakan saja dengan gamblang kejujuran ini..
Meskipun masih saja keambiguan tulisan ini, terlalu jelas untuk ditemukan sejak bait pertama :D
Dia tak lagi menjadi alasan atas senyumku..
Tp dia masih menjadi bagian dari senyumku sewaktu-waktu.. :)
karna nyatanya, semua yg ada pada semesta ini memang layak untuk menjadi alasan kita untuk tetap bahagia..
Banyak suara yg menuntunku untuk menyuburkan kebencian padanya..
Walaupun kebencianku tak akan pernah tega melukainya, tetap saja saya tidak akan pernah memilih cara untuk membenci..
~~~~~~~
Pada ahirnyaa kita tidak akan pernah berhasil melupakan seseorang jika kita memilih untuk membencinya..
Apalagi jika tak ada niat untuk melupakan.. :D
Terima saja.. Berdamai saja..
Biar hatimu tenang :) :)
Toh jika pada ahirnya keadaan menjadikan kamu sebagai rumahnya untuk pulang..
Kamu takkan mengenakan topeng seribu gengsi untuk menyambutnya..
Hidup adalah misteri, dan kamupun masih menjadi misteri.. :)
Selasa, 09 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar