Senin, 27 Februari 2017
Sabtu, 25 Februari 2017
Hijrah
"Jalanku jalanmu belum sempurna.. Biar masa depan yang sempurnakan..
Suara-suara batinku melepaskanmu.. Lirih-lirih jiwaku,membasuh pilu.."
Penggalan lirik lagu Anandito Dwis..
Sungguh pengantar tidur yang bikin adem..
karena pada akhirnya..
Hijrah itu mudah, istiqomahnya yang sulit..
Selamat bertemu lagi. Aku siap¬ 😄
Suara-suara batinku melepaskanmu.. Lirih-lirih jiwaku,membasuh pilu.."
Penggalan lirik lagu Anandito Dwis..
Sungguh pengantar tidur yang bikin adem..
karena pada akhirnya..
Hijrah itu mudah, istiqomahnya yang sulit..
Selamat bertemu lagi. Aku siap¬ 😄
Rabu, 22 Februari 2017
Jadi dari sendiri atau jadi inginmu?
Perubahan?
Berubah demi seseorang?
Berubah demi seseorang?
Saya pernah menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan atau bahkan ingin memenangkan hati seseorang.. tapi apa yang saya dapatkan?
Kekalahan, merasa kalah karena saya mampu memenangkan hatinya tapi tidak bisa membuat hal itu bertahan karena pada akhirnya itu bukanlah saya yang sebenarnya..
Kekalahan, merasa kalah karena saya mampu memenangkan hatinya tapi tidak bisa membuat hal itu bertahan karena pada akhirnya itu bukanlah saya yang sebenarnya..
Jika seseorang tidak menyukaimu, mengapa kamu merubah dirimu untuk seseorang yang tidak menyukai dirimu?
BE YOUR BEST SELF¬
Jadilah dirimu sendiri dan yang akan kamu temukan adalah seseorang yang berfikir seperti kamu serta seseorang yang menyukai segalamu dengan baik tidak dalam waktu yang singkat.
Jangan jadi palsu untuk menyenangkan orang-orang yang tidak menyukaimu.Jadilah dirimu sendiri dan yang akan kamu temukan adalah seseorang yang berfikir seperti kamu serta seseorang yang menyukai segalamu dengan baik tidak dalam waktu yang singkat.
Rabu, 15 Februari 2017
Maukah kau mencoba menjadi Angin?
Kamu pernah menghitung berapa tetes air yang ada di lautan? Mengapa ia menjadi asin padahal sumbernya semuanya sama berasal dari sungai yang mengalir dari daratan?
Kau tahu bagaimana rasanya hujan diatas lautan? Air beradu air. Membuat riak-riak yang mengerikan. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin, menghempaskan setiap tetes air. Seperti menghempaskan perasaan-perasaannya sendiri.
Aku pernah menjadi angin. Mengalir dari ketinggian. Menghempaskan tubuhnya sendiri. Tidak tahu hendak kemana. Tidak tahu kapan berhentinya. Tidak tahu kapan akan tiada. Bertemu hujan, mengempaskannya. Bertemu daun gugur, menerbangkannya. Bertemu pepohonan, membuatnya gemerisik.
Aku memenuhi seluruh hidupmu, tapi tidak pernah kau sadari keberadaannya. Aku berusaha menyejukkanmu, kamu hanya memejamkan mata. Tidak pernah tahu keberadaanku.
Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin? Mungkin seperti aku saat ini, terus menerus berada di sekitarmu, tapi jarangtidak pernah kamu pedulikan. Menghempaskan dirinya sendiri agar kamu merasa nyaman dengan udara di sekitarmu. Menjadikan semilir angin menyejukkanmu. Membuatmu nyaman menjalani hari-harimu.
Jika kau tahu dimana aku berada. Aku selalu ada di dekatmu, baik dalam jarak maupun dalam doa. Maukah kau mencoba menjadi angin? Dan bersama-sama kita bisa menghempaskan tetes hujan, membuatnya menari-nari indah sebelum jatuh ke bumi. Menghempaskan dedaunan dan membuatnya bergetar, membuat irama yang merdu, seperti pada rumpun ilalang atau dedaunan pohon. Meniup lautan dan membuatnya menjadi gelombang yang mengantarkan bahtera ke tujuannya. Mengisi atmosfer dan menahan sayap burung-burung agar bisa terbang.
Kau tahu bagaimana rasanya hujan diatas lautan? Air beradu air. Membuat riak-riak yang mengerikan. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin, menghempaskan setiap tetes air. Seperti menghempaskan perasaan-perasaannya sendiri.
Aku pernah menjadi angin. Mengalir dari ketinggian. Menghempaskan tubuhnya sendiri. Tidak tahu hendak kemana. Tidak tahu kapan berhentinya. Tidak tahu kapan akan tiada. Bertemu hujan, mengempaskannya. Bertemu daun gugur, menerbangkannya. Bertemu pepohonan, membuatnya gemerisik.
Aku memenuhi seluruh hidupmu, tapi tidak pernah kau sadari keberadaannya. Aku berusaha menyejukkanmu, kamu hanya memejamkan mata. Tidak pernah tahu keberadaanku.
Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin? Mungkin seperti aku saat ini, terus menerus berada di sekitarmu, tapi jarang
Jika kau tahu dimana aku berada. Aku selalu ada di dekatmu, baik dalam jarak maupun dalam doa. Maukah kau mencoba menjadi angin? Dan bersama-sama kita bisa menghempaskan tetes hujan, membuatnya menari-nari indah sebelum jatuh ke bumi. Menghempaskan dedaunan dan membuatnya bergetar, membuat irama yang merdu, seperti pada rumpun ilalang atau dedaunan pohon. Meniup lautan dan membuatnya menjadi gelombang yang mengantarkan bahtera ke tujuannya. Mengisi atmosfer dan menahan sayap burung-burung agar bisa terbang.
Maukah kau mencoba menjadi angin?
Bandung, 11 Februari 2014 | ©kurniawangunadi
Rabu, 08 Februari 2017
Aku [Pernah] Ingin Diinginkan
Teruntuk kamu yang pernah datang, pernah hilang, pernah kembali, lalu lenyap lagi.
Kamu yang datang sebentar. Membahagiakanku. Mengutuhkan harapanku.
Untuk kemudian pergi begitu saja, bahkan tanpa pamit.
Untuk kemudian pergi begitu saja, bahkan tanpa pamit.
Aku terlalu bahagia saat itu. Hingga lupa, bahwa kedatanganmu hanya menyuguhkan luka.
Kamu baru akan mengerti nanti. Saat kamu diperlakukan layaknya kamu adalah tuan rumah yang harus menyediakan jamuan, demi memuaskan dahaga sang tamu.
Teruntuk kamu yang masih hilang. Aku pernah mencintaimu dengan tulus. Aku pernah merasa dibahagiakan olehmu walau sebenarnya bukan itu maksud kedatanganmu. Aku pernah ingin diinginkan olehmu. Saat ini, aku berhenti.
Dari yang sudah tak ingin lagi¬
Dari yang sudah tak ingin lagi¬
Sumber : http://gariskata.tumblr.com/post/127169125064/aku-pernah-ingin-diinginkan
Rabu, 01 Februari 2017
Langganan:
Komentar (Atom)








