Minggu, 19 Maret 2017

Menyembah Cermin tanpa Cahaya [Aku]

Kaku nian cinta
Pada ekstensi yang menyeru
Sikap yang mengabu

Aku bukan seorang yang tercerahkan.
pun bukan seorang monoteis yang taat.
Juga bukan seorang muslim yang beriman.
Mematikan diri dalam kebenaran
Mematikan keinginan dalam perdebatan
Membunuh mimpi, yang entah untuk apa kucapai

Kini waktu kian renta
Nafas yang memburu
Keinginan yang menggebu

Fakta-fakta merupa arah
berkonfigurasi dengan halus dan mengabur
dan aku punya cukup waktu untuk tinggal lebih lama
melihat diri dengan mata yang berkaca
berjaga-jaga, ketika esok pikiranku mmbusuk karena mati,
jiwaku telah merekam apa yang kutulis sekarang,
meski ini hanya kata, meski ini hanya sebuah pemikiran.
mencari kekuatan yang tersembunyi dalam diri.

Merdeka kah kita?
Ketika keinginan justru memperbudak kita.
Maka kuputusakan menyembah cermin tanpa cahaya.

Maret 2017--

0 komentar: